Dibukakan Dunia

…aku takut dibukanya dunia untukmu sebagaimana telah dibuka bagi orang-orang sebelummu…

 

عن عَمْرو بْنَ عَوْفٍ الأنصاري رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ أَبَا عُبَيْدَةَ بْنَ الْجَرَّاحِ إِلَى الْبَحْرَيْنِ يَأْتِي بِجِزْيَتِهَا فَقَدِمَ بِمَالٍ مِنَ الْبَحْرَيْنِ فَسَمِعَتِ الْأَنْصَارُ بِقُدُومِ أَبِي عُبَيْدَةَ فَوَافَوْا صَلَاةَ الْفَجْرِ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا انْصَرَفَ تَعَرَّضُوا لَهُ فَتَبَسَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ رَآهُمْ ثُمَّ قَالَ أَظُنُّكُمْ سَمِعْتُمْ أَنَّ أَبَا عُبَيْدَةَ قَدِمَ بِشَيْءٍ قَالُوا أَجَلْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَأَبْشِرُوا وَأَمِّلُوا مَا يَسُرُّكُمْ فَوَاللَّهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنِّي أَخْشَى أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ

Artinya:
Dari Amru bin Auf al-Anshari ra bahwa Rasulullah SAW mengutus Abu Ubaidah bin al-Jarrah ke al-Bahrain untuk mengambil jizyahnya. Kemudian Abu Ubaidah datang dari bahrain dengan membawa harta dan orang-orang Anshar mendengar kedatangan Abu Ubaidah. Mereka berkumpul untuk shalat Subuh dengan Nabi SAW tatkala selesai dan hendak pergi mereka mendatangi Rasul SAW, dan beliau tersenyum ketika melihat mereka kemudian bersabda:”Saya yakin kalian mendengar bahwa Abu Ubaidah datang dari Bahrain dengan membawa sesuatu ?”. Mereka menjawab:”Betul wahai Rasulullah”. Rasul SAW bersabda:” Berikanlah kabar gembira dan harapan apa yang menyenangkan kalian, demi Allah bukanlah kefakiran yang paling aku takutkan padamu tetapi aku takut dibukanya dunia untukmu sebagaimana telah dibuka bagi orang-orang sebelummu dan kalian akan berlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba-lomba, dan akan menghancurkanmu sebagaimana telah menghancurkan mereka”
(HR Bukhari dan Muslim)

Diingatkan

kalau ingin kaya, kumpul sama orang kaya.
kalau ingin pintar kumpul sama orang pintar.

Pak polisi membuka topik, “saya lebih suka cara berpakaian wanita jaman dulu daripada yang ‘kurang bahan’ seperti sekarang”.
Putra batik menjawab, “kelihatan lebih anggun ya pak, apalagi yang pakai rok panjang, cantik, trus berkerudung ya mas?” sembari melihat ke arah saya. :)
Saya lanjutkan dengan pertanyaan, “nyarinya di mana yak yang kayak gitu?”
Putra batik tersenyum, kemudian bilang, “pria yang baik kan dapat wanita yang baik pula to mas?”
Saya hanya bisa membalasnya dengan senyum dan anggukan :) Continue reading

Thank You Sir :)

Pagi ini begiiiiiitu istimewa, ketika pejabat tertinggi di kantor mendatangi meja kita, tersenyum, kemudian memberikan sebuah apel, kecil memang, tapi label bertulisan tangan “THANK YOU FOR ON TIME” yang tertempel di apel tersebut membuatnya menjadi sangat berarti. Sebuah penghargaan yang begitu besar bagiku. Mungkin itu juga yang dirasakan rekan-rekan sekantor yang sama on time nya :)

Subhanallah… Alhamdulillah… :)

Thanks a lot Mr. Ramya Prajna S  :)

By restiaka Posted in Uncategorized

Rizki

Jangan sekali-kali bergantung kepada sesama makhluk dalam soal rizki. Bergantunglah hanya pada اَللّهُ dengan ikhtiar/usaha sendiri.

Suatu hari Baginda Sulaiman AS sedang berjalan-jalan. Ia melihat seekor semut sedang berjalan sambil mengangkat sebutir buah kurma. Baginda Sulaiman AS terus mengamatinya, kemudian beliau memanggil si semut dan menanyainya, “Hai semut kecil untuk apa kurma yang kau bawa itu?”.
Si semut menjawab,“ Ini adalah kurma yang اَللّهُ berikan kepada ku sebagai makananku selama satu tahun”.

Baginda Sulaiman AS kemudian mengambil sebuah botol lalu ia berkata kepada si semut,
“ Wahai semut kemarilah engkau, masuklah ke dalam botol ini aku telah membagi dua kurma ini dan akan aku berikan separuhnya padamu sebagai makananmu selama satu tahun. Tahun depan aku akan datang lagi untuk melihat keadaanmu”.

Si semut taat pada perintah Nabi Sulaiman AS. Setahun telah berlalu. Baginda Sulaiman AS datang melihat keadaan si semut. Ia melihat kurma yang diberikan kepada si semut itu tidak banyak berkurang. Baginda Sulaiman AS bertanya kepada si semut, “hai semut, mengapa engkau tidak menghabiskan kurmamu?”

“Wahai Nabiullah, aku selama ini hanya menghisap airnya dan aku banyak berpuasa. Selama ini اَللّهُ yang memberikan kepadaku sebutir kurma setiap tahunnya, akan tetapi kali ini engkau memberiku separuh buah kurma. Aku takut tahun depan engkau tidak memberiku kurma lagi karena engkau bukan اَللّهُ, Sang Pemberi Rizki (Ar-Rozak)”, jawab si semut.

سُبْحَانَ اللّهُ….

Inilah sifat tawakkal dan ikhtiar yang dapat kita palajari dari si semut. Jangan sekali-kali bergantung kepada sesama makhluk dalam soal rizki. Bergantunglah hanya pada اَللّهُ dengan ikhtiar/usaha sendiri.

Dicukupkan

siapa pun yang tidak meminta (mengemis) kepada orang lain, Allah akan memenuhinya

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri ra. : beberapa orang Anshar meminta (sesuatu) kepada Rasulullah Saw dan diberi. Kemudian mereka meminta lagi (sesuatu) dan kembali diberi. Kemudian kembali mereka meminta (sesuatu) dari Rasulullah Saw hingga semua semua yang dimiliki Rasulullah Saw habis.

Rasulullah Saw bersabda, “apabila aku memiliki sesuatu, aku tidak akan menyembunyikannya darimu. (ingatlah) siapa pun yang tidak meminta (mengemis) kepada orang lain, Allah akan memenuhinya, dan siapa pun yang berusaha membuat dirinya merasa cukup, maka Allah akan membuat dirinya merasa cukup. Dan siapa pun yang berupaya bersabar, maka Allah akan membuatnya sabar. Tidak ada anugerah yang lebih baik dan lebih besar yang diberikan kepada seseorang selain kesabaran”

11 Fakta 11 Jawaban

Gak tahu, ku hanya takut kehilangan (lagi). Tak ada yang bisa menggantikan kehadiran mereka dalam hidupku -_-

PeEr, Fakta or Gosiph yaah dari Ulfah Uswatun Hasanah :)

11 Fakta tentang saya :

  1. Anak pertama dari empat bersaudara :)
  2. Laki-laki
  3. Normal
  4. Usia lebih dari 23 th, sudah waktunya dewasa, tapi saya belum merasa dewasa.
  5. Berkacamata minus
  6. Belum punya rumah sendiri
  7. Tidak suka kegiatan mengeluh dan berharap selalu terhindar dari kebiasaan mengeluh
  8. Lahir di Klaten
  9. Nama saya tersusun dari hari kelahiran dan harapan orangtua. (Kamis, November, Bijak)
  10. Selain pulau Jawa, saya baru menginjakkan kaki di pulau Sumatra, Bali dan Makassar
  11. Sering menggunakan emoticon smile :) daripada :( dalam dunia digital (sms, chat, update status)

Pertanyaan dari Ulfah Uswatun Hasanah :

1. Kejadian memalukan apa yang sekarang ini kau ingat.

Saat menulis ini tidak ingat apapun yang memalukan :p *doesn’t prove that i’am “gak tahu malu” :D

2. Saat SMP, kau itu seorang yang seperti apa?

SMP, Continue reading

By restiaka Posted in Fun

Percakapan Tukang Bubur dan Tukang Yamin

Setiap orang dapat menarik kesimpulan yang berbeda-beda setelah membaca cerita ini, yang endingnya akan bermuara pada satu pikiran yang sama :)

Tiga orang datang ke gerobak yamin, salah satunya bertanya, “Ini orangnya mana?” sambil menunjuk gerobak yamin. Pemuda yang sedang jongkok membaca jadwal pertandingan bola dibelakangku menyahut, “gak ada mas, belum buka”. Penjual Bubur bilang ke si pemuda, “elu sih dateng gak langsung buka, malah baca koran dulu”. Mendengar hal itu, para calon pembeli jadi tahu bahwa pemuda yang jongkok tadi adalah orang yang mereka cari  (Penjual Yamin). Pergilah mereka ke lapak lainnya.

Percakapan berlanjut… Continue reading

Dianjurkan Banyak Berpuasa di Bulan Muharram

Apa hikmah Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menambah puasa pada hari kesembilan? An Nawawi rahimahullah melanjutkan penjelasannya.

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mendorong kita untuk banyak melakukan puasa pada bulan tersebut sebagaimana sabdanya,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163). An Nawawi -rahimahullah- menjelaskan, “Hadits ini merupakan penegasan bahwa sebaik-baik bulan untuk berpuasa adalah pada bulan Muharram.” (Lihat Syarh Shahih Muslim, : 55)

Lalu mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diketahui banyak berpuasa di bulan Sya’ban bukan malah bulan Muharram? Ada dua jawaban yang dikemukakan oleh An Nawawi. Continue reading