kalau ingin kaya, kumpul sama orang kaya.
kalau ingin pintar kumpul sama orang pintar.
Pak polisi membuka topik, “saya lebih suka cara berpakaian wanita jaman dulu daripada yang ‘kurang bahan’ seperti sekarang”.
Putra batik menjawab, “kelihatan lebih anggun ya pak, apalagi yang pakai rok panjang, cantik, trus berkerudung ya mas?” sembari melihat ke arah saya. ![]()
Saya lanjutkan dengan pertanyaan, “nyarinya di mana yak yang kayak gitu?”
Putra batik tersenyum, kemudian bilang, “pria yang baik kan dapat wanita yang baik pula to mas?”
Saya hanya bisa membalasnya dengan senyum dan anggukan
Itulah obrolan ringan dengan pak polisi, saya dan putra dari keluarga pengrajin batik dari kudus di event senayan 4 Feb 2012 kemarin. Kemudian hari ini 6 Feb 2012 saya jadi ingat pesan guru saya.
kalau ingin kaya, kumpul sama orang kaya.
kalau ingin pintar kumpul sama orang pintar.
kalau ingin sholeh…, ya berkumpulah dengan orang sholeh.![]()
Hebat ya, saling mengingatkan
waaa, kalau saya gabung disitu pertanyaan “nyarinya dimana ya mas”
pasti saya merasa tersindir dan ingin segera menjawa ” saya disini pak” kikikkkk
haaa, jumawa puolll
hahaha, nanti masnya bilang, lha ini orangnya :p
kalo ada kriteria seperti tadi di lokasi ya gak ditanyain lagi to ya :p
hihiiiiii
oh baru nyadar, yang tanya “nyarinya dimana” itu mas nova tow? tapi kok pas dialog ini
Putra batik menjawab, “kelihatan lebih anggun ya pak, apalagi yang pakai rok panjang, cantik, trus berkerudung ya mas?”
Kok ngeliatnya ke mas nova?? seakan-akan mas nova itu gadis yang dicarinya. hihiii
bukaaaaaaaan :p
hahaha,seperti “ya gak mas?” maksudnya menanyakan pendapat :p
yaaahh… zaman sekarang memang kebalik, cari seperti itu ya kaya seperti itu duku ya…
Tapi masih ada kok kriteria seperti itu
haaaa, uke uke deh mas. alasan diterima. hihiiii
yeyeye #ketokpalu